Senin, 13 Juni 2011

Salut Kepada Kemeneg.Lingkungan Hidup

Beberapa tulisan atau saran dan kritik saya sebelum dan sementara penilaian Adipura 2011 yang lalu, saya banyak mengkritisi tatakelola pelaksanaan pemberian penghargaan Piala Adipura, terkhusus dalam menilai kab/kota yang menjadi peserta yang banyak bermasalah (subyektif dalam penilaian atau banyak pengaturan yang terjadi). Termasuk yang terjadi pada beberapa kasus yang terjadi kemarin yang sempat ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Alhamdulillah saya “salut dan angkat topi” kepada Kemeneg.Lingkungan Hidup terkhusus para Tim “Eksekusi” Adipura 2011 yang kerjanya bisa dipastikan "professional dan obyektif" pada penilaian tahun 2011 ini. Sebenarnya para “tim penilai” ini yang perlu pula diberi penghargaan tersendiri oleh Preseiden “SBY” RI. Tolong Pak SBY, diberi penghargaan kepada mereka itu, ini dapat memotivasi kerja-kerja tim selanjutnya, agar tetap selalu obyektif dan professional. Bravo buat tim penilai (Tim Kemeneg Linkungan Hidup bersama Kantor Kemeneg Ecoregion diseluruh Indonesia).
Dalam Daftar kota penerima piala Adipura 2011 sebagaimana diumumkan oleh  Kementerian Negara Lingkungan Hidup mengalami penurunan jumlah yang sangat tajam (melebihi 50%). Jika pada tahun 2010 peraih penghargaan (anugerah) Adipura mencapai 140 kota maka pada tahun 2011 ini penerima penghargaan piala adipura hanya 63 kota/kabupaten, dengan rincian sebagai berikut: 1) Kategori Kota Metropolitan; 2 Kota,  2) Kategori Kota Besar 2 Kota, 3) Kategori Kota Sedang, 17 Kota 4) Kategori Kota Kecil; 42 Kota. (Daftar lebih rinci Klik di SINI)

Penurunan jumlah kota penerima piala adipura tahun 2011 disebabkan oleh meningkatnya kriteria dan mekanisme penilaian, tentu juga akibat dari pada banyaknya kritis masyarakat dan banyaknya kasus-kasus penyelewengan dalam penilaian ini. Sehingga anugerah adipura hanya diterima oleh kota yang benar-benar berhak, walau tidak sesempurna yang diharapkan. Tapi harus disadari bahwa kesempurnaan itu hanya milik Allah Swt.

Adipura merupakan penghargaan lingkungan hidup untuk kota di Indonesia yang dinilai bersih teduh (clean and green city) dengan menerapkan prinsip-prinsip Good Governance. Dalam penilaiaannya, kota terbagi dalam 4 kategori yakni kota metropolitan (berpenduduk lebih dari 1 juta jiwa), kota besar (500.001-1.000.000 jiwa), kota sedang (100.001-500.000 jiwa), dan kota kecil (kurang dari 100.000 jiwa).

Anugerah adipura 2011 diserahkan langsung oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara Jakarta, Selasa (7 Juni 2011) sebagai rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup 2011. Selain anugerah adipura, negara juga menyerahkan penghargaan lingkungan berupa Kalpataru 2011, Sekolah Adiwiyata 2011, dan daerah penyusun Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) 2010 terbaik.

Selamat kepada Kota-kota yang telah memperoleh penghargaan ini, namun jangan euphoria dengan semua ini, karena tentu tantangannya lebih berat lagi, karena tetap harus dan harus selalu bersih dan hijau, jangan terbatas kepada momentum atau terjadi bersih-bersih saat waktu penilaian saja. Kepada tim Kantor Kemeneg dan jajarannya di seluruh Indonesia, selamat dan sukses untuk Anda, minimal pertahankan cara kerja ini. Satu kalimat saya titip lagi untuk penilaian ke depan adalah; terapkan sebuah aturan/sanksi “pencabutan” penghargaan bila kota-kota tersebut tidak menjaga eksistensi “Bersih Hijau secara Sustainable” sebagai pemenang sampai kepada penilaian tahun berikutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mari Gabung Diskusi serta Mohon komentar dengan sopan, jangan SPAM atau SARA. Komentar SPAM atau SARA akan dihapus..Blog ini Bersifat Dofollow, Anda komentar dapat Backlink Otomatis untuk Meningkatkan PR Blog Anda...Terima kasih atas Kunjungan,Salam Sukses....!!!