Bunga anggrek memang sangat tepat jika dikatakan sebagai bunga yang
memiliki kecantikan yang unik, apalagi ditambah dengan nuansa ungunya,
maka bunga ini menjadi semakin indah. Karena itulah bunga ini sangat
populer dan banyak orang yang ingin memilikinya. Tidak hanya pecinta
bunga saja yang mengetahui bunga yang satu ini, tapi semua orang pasti
sudah tahu yang namanya bunga anggrek.
Yang membuat kita menjadi
tertarik dengan bunga anggrek, pasti karena bunganya yang indah dan
sangat bervariasi. Biasanya anggrek dijual sebagai tanaman pot atau
sebagai bunga potong. Di Indonesia sendiri jenis bunga anggrek sudah
sangat banyak dan salah satunya yang berwarna ungu ini.
Anggrek
sering digunakan sebagai simbol dari rasa cinta, kemewahan dan
keindahan. Tapi tidak hanya itu saja, anggrek pun mempunyai peranan
penting dalam tehnik pengobatan dan bahan ramu-ramuan. Bahkan sempat
dipercaya sebagai bahan baku utama pembuatan ramuan cinta, tapi pada
masa tertentu saja.
Itulah sebabnya, bunga anggrek menjadi bunga
yang sering dicari-cari banyak orang. Tapi kita juga harus memperhatikan
bagaimana perawatannya, yaitu sebagai berikut :
1. Cahaya
Anggrek
membutuhkan cahaya matahari untuk hidup, tapi juga tidak boleh terlalu
banyak. Yang paling baik adalah cahaya matahari dari timur, ketika
matahari akan terbit. Tapi siang yang terlalu panjang dan terik tidak
baik bagi anggrek karena daunya bisa cepat layu. Tapi tentunya, lebih
baik bila menjelang tengah hari anggrek dipindahkan ke tempat yang tidak
terkena sinar matahari langsung, atau tempat yang lebih teduh.
Sebetulnya tiap jenis anggrek memiliki kebutuhan cahaya sendiri-sendiri.
2. Kelembaban
Kebanyakan
anggrek menyukai kelembaban. Bagi pecinta anggrek di Indonesia, hal ini
tentu tidak menjadi masalah, karena Indonesia adalah negara tropis yang
lembab. Tetapi bagi mereka yang tinggal di Tiongkok Utara, udara cukup
kering, terutama pada musim dingin. Karena itu mereka disarankan untuk
menaruh seember air di dekat anggrek-anggrek mereka, sehingga air bisa
menguap dan melembabkan anggrek.
3. Pengairan
Paling baik,
anggrek disiram pada pagi hari, sehingga air sudah menguap pada saat
malam tiba. Akar yang tergenang air bisa membusuk, sehingga anggrek
menjadi layu atau mati. Karena itu, pot yang digunakan harus memiliki
pori-pori air. Air yang paling baik untuk menyiram anggrek adalah air
hujan, karena telah bercampur dengan debu dan materi-materi organik.
Air
keran tidak terlalu baik, terutama air keran yang banyak mengandung
kaporit. Bila air keran akan digunakan, lebih baik didiamkan dulu selama
beberapa saat sehingga kaporitnya mengendap. Yang perlu diingat adalah
jangan menyiram anggrek dengan air yang terlalu dingin.
Penyiraman
anggrek tidak perlu dilakukan terlalu sering. 5-10 hari sekali bisa
disiram, tergantung dari jenis anggrek. Yang pasti, ketika disiram,
medium tempat akar anggrek tumbuh harus dalam keadaan benar-benar
kering.
4. Temperatur
Bagi orang Indonesia, suhu udara
mungkin tidak menjadi masalah, karena suhu di Indonesia rata-rata selalu
sama. Di Tiongkok, anggrek harus dirawat di dalam rumah yang
menggunakan pemanas pada musim dingin. Rata-rata anggrek tidak tahan
udara yang lebih dari 33 derajat Celcius atau di bawah 15 derajat
Celcius. Karena itu, jangan biarkan anggrek Anda ditempatkan di tempat
yang terlalu panas.
5. Pemberian pupuk
Pilihlah pupuk
yang mengandung potassium untuk perkembangan bunga dan buah, fosfor
untuk produksi bunga, dan nitogren untuk pertumbuhan tanaman. Tentang
banyaknya pemakaian pupuk dan seringnya, semua tergantung dari keadaan
tanaman yang baru dibeli. Tanyakan kepada penjual, jumlah dan seringnya
pupuk yang dipakai karena semua anggrek berbeda-beda. Penjual anggrek
juga biasanya menjual pupuk yang direkomendasikan.
6. Pemindahan pot
Setiap
anggrek harus dipindah dari potnya setiap satu setengah sampai dua
tahun sekali. Karena mungkin anggrek tersebut sudah tumbuh terlalu besar
sehingga potnya terlalu kecil untuk menampung kebutuhan akar-akar yang
sudah berkembang. Selain itu, akar anggrek juga harus dibersihkan dari
akar-akar yang sudah mati.
Pot yang lama masih bisa dipakai,
setelah dibersihkan. Semua ini tentu harus dilakukan dengan hati-hati
dan tanyalah kepada penjual anggrek atau toko tanaman tentang prosedur.
Tetapi ingatlah, anggrek suka berada di pot yang agak ketat, karena bila
potnya terlalu besar, sebagian besar energi akan digunakan untuk
menumbuhkan akar.
Juga jangan asal pindah ke pot yang baru.
Pemindahan pot dilakukan bila memang anggrek sudah terlalu besar, atau
bila ditemukan air menggenang yang bisa membusukkan akar. Bila tidak
ditemukan alasan-alasan untuk memindah ke pot yang baru, biarkan anggrek
hidup di potnya mungkin setahun lagi.
Semoga tips-tips ini dapat membantu Anda, selamat mencoba.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mari Gabung Diskusi serta Mohon komentar dengan sopan, jangan SPAM atau SARA. Komentar SPAM atau SARA akan dihapus..Blog ini Bersifat Dofollow, Anda komentar dapat Backlink Otomatis untuk Meningkatkan PR Blog Anda...Terima kasih atas Kunjungan,Salam Sukses....!!!