Jumat, 27 Maret 2015

Jalan Tol Benoa Mandara Bali

Jalan Tol Benoa Bali _ Dok-Asrul (29/3/2015)
Dalam kunjungan wisata "Trias Bali Family Tours" pada tanggal 26 s/d 29 Maret 2015, sempat beberapa kali melewati Jalan Tol Benoa Mandara Bali adalah jalan berada di atas perairan (jalan tol) Bali sepanjang 12,7 kilometer yang terbentang Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa mampu menjadi ikon pariwisata baru. Keberadaannya diharapkan mampu mendongkrak ekonomi masyarakat ”Pulau Dewata” khususnya dan Indonesia pada umumnya. Hebatnya jalan ini menurut saya adalah adanya disiapkan jalan tol khusus untuk pengendara roda dua (juga melewati pintu tol berbayar), hal ini yang perlu diapresiasi oleh seluruh pengembang jalan tol di Indonesia, agar mengikuti Jalan Tol Benoa Mandara Bali ini. Mandara berarti Bali yang agung maju aman damai dan sejahtera.
Jalan Tol Benoa Bali _ Dok-Asrul (29/3/2015)
Selesainya jalan tol ini merupakan bagian percepatan perekonomian, tak hanya untuk Bali, tetapi juga wilayah Nusa Tenggara. Ini menjadi ikon pariwisata baru di Bali, SBY akhirnya meresmikan jalan tol pertama di Bali sekaligus memberikan nama untuk Jalan Tol atas laut Bali dengan rute Nusa Dua-Ngurah Rai-Tanjung Benoa tersebut. Adapun nama yang dipilih yakni Bali Mandara. “Jalan tol ini  saya beri nama, Jalan tol Bali Mandara yang bermakna Bali yang Agung, dan Juga Bali yang maju aman damai dan sejahtera, dengan resmi saya nyatakan dimulai penggunaannya,“ kata SBY di Nusa Dua, Senin (23/9/2013)

Pada kesempatan tersebut Presiden RI, Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan agar PT Jasamarga Bali Tol mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat luas pengguna jalan tol. Pelayanan terbaik, cepat, aman, dan murah ditekankan Presiden karena jalan tol ini merupakan salah satu daya dukung Bali.

”Bali harus bangga memiliki tol yang indah ini. Maka, jaga dan rawat jalan tol ini,” demikian SBY. Ia juga menyatakan kebanggaannya karena pembangunan tol ini sepenuhnya karya anak bangsa. Kebanggaan lainnya adalah pembiayaan pembangunan tol senilai Rp 2,48 triliun tersebut tidak menggunakan dana negara (APBN) dan murni konsorsium.

Seusai meresmikan, Presiden dan Ny Ani Yudhoyono menumpang mobil melintasi jalan tol dari pintu satu Gerbang Tol Nusa Dua. Hadir pada peresmian, antara lain, Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Bupati Badung AA Gede Agung, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, dan sejumlah menteri.

Tol ini akan memperkuat keberadaan Bandara Internasional Ngurah Rai, mengatasi kemacetan, dan memperkuat kawasan perkotaaan di Bali selatan. Selama pengerjaan, proyek ini melibatkan 3.000 pekerja selama sekitar setahun. Setiap hari diperkirakan dilintasi 39.000 kendaraan.

Setelah peresmian, jalan tol dapat dilintasi secara gratis selama sepekan. Selanjutnya akan dikenakan tarif Rp 10.000 untuk kendaraan roda empat dan Rp 4.000 untuk kendaraan roda dua.

Mengenai persoalan lingkungan, pengelola menanam 16.000 pohon bakau di sekitar jalan tol. Penanaman ini dijanjikan akan terus berlanjut. Ketua Pusat Studi Pembangunan Berkelanjutan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Udayana KG Dharma Putra mengatakan, pihaknya turut mengawasi kelanjutan pengembalian lingkungan dari dampak pembangunan tol.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mari Gabung Diskusi serta Mohon komentar dengan sopan, jangan SPAM atau SARA. Komentar SPAM atau SARA akan dihapus..Blog ini Bersifat Dofollow, Anda komentar dapat Backlink Otomatis untuk Meningkatkan PR Blog Anda...Terima kasih atas Kunjungan,Salam Sukses....!!!