Senin, 02 Januari 2017

Bahaya Membakar Sampah

Bakar Sampah Dengan Incenerator [dok_Asrul]
Sampah memang unik. Mengapa? Karena dengan sampah kita bersahabat dan dengan sampah pula kita bisa berseteru. Demikian pula dengan kebiasaan membakar sampah yang masih menjadi kebiasaan banyak orang. Selain cepat, cara ini juga dianggap hemat untuk mengurangi sampah atau benda yang ingin dihilangkan. Padahal cara tersebut memiliki sejumlah bahaya bagi manusia maupun lingkungan.
Tentunya, masyarakat sudah sering melihat adanya asap yang membumbung hasil dari pembakaran sampah. Entah itu di lingkungan rumah warga atau di pekarangan sendiri, maupun di Tempat Pembuangan sampah Sementara (TPS) atau Tempat Pembuangan sampah Ahir (TPA). Sampah yang dibakar dapat berupa apa pun, mulai dari plastik, sampah rumah tangga, atau kayu. Mudah dan cepat. Selain itu, orang-orang juga berpikir bekas pembakaran dapat dijadikan pupuk alami.
Namun, pembakaran sampah bukanlah hal yang sepele. Meski banyak orang memilih langkah ini, cara tersebut nyatanya sama sekali bukan hal yang benar. Tak hanya menghasilkan kabut asap yang bisa mengurangi jarak pandang dan kenyamanan, membakar sampah juga memiliki dampak yang sangat buruk untuk lingkungan dan kesehatan.

Gas Karbon Monoksida Hasil Bakar Sampah

Salah satu dampak buruknya ialah gas karbon monoksida (CO) yang dihasilkan dari proses tersebut. Kenapa gas ini berbahaya? Karena, karbon monoksida bisa membunuh orang secara massal. gas akan berikatan sangat kuat dengan hemoglobin darah yang seharusnya mengangkut dan mengedarkan okigen ke seluruh tubuh. Akibatnya, jalannya hemoglobin akan terganggu lalu tubuh akan kekurangan oksigen dan mengakibatkan kematian.

Berbagai sampah plastik yang dibakar pun dapat membebaskan senyawa kimia dioksin dan klorin. Semua penyawa beracun tersebut memiliki potensi yang cukup tinggi untuk menyebabkan kanker. Dioksin sendiri bersifat terus menerus dan terakumulasi secara biologis. Selain itu, fosgen, gas beracun yang pernah digunakan sebagai senjata pembunuh pada masa Perang Dunia 1, juga bisa dihasilkan.
Bakar Sampah di TPA [dok_Asrul]
Sementara untuk sampah yang mengandung klorin, 75 jenis zat beracun lain dapat tercipta. Begitu juga dengan HCL yang korosif, hidrokarbon, dan benzopirena, bahkan pembakaran sampah memiliki benzopirena 350 kali lebih besar dari asap rokok. Bahan sintetis yang mengandung nitrogen, seperti nilon atau busa poliuretan, dapat menghasilkan senyawa berbahaya lain. Bila dibakar dengan suhu di atas 600 derajat Celcius, bahan ini dapat mengeluarkan gas beracun HCN. Sebaliknya, jika kurang dari suhu tersebut, senyawa yang mucul ialah isosianat.

Asap dari kayu yang dibakar pun dapat berbahaya karena adanya formaldehida. Barang melamin juga bisa menghasilkan senyawa ini seandainya dibakar dengan suplai oksigen yang banyak dan jika kurang, gas HCN-lah yang akan lahir. Masih banyak racun lain yang mungkin ditimbulkan oleh pembakaaran sampah, bahkan partikel debu kecil yang disebut dengan particulate matter (PM) hingga mencapai level 10 mikron (PM10) salah satu di antaranya. Dengan tingkat yang seperti itu, alat pernapasan manusia tidak sanggup menyaring partikel itu sehingga bisa masuk ke dalam paru-paru dan menimbulkan gangguan pernapasan.

Semua racun ini akan disebar ke atmosphere lalu dihirup secara terus menerus oleh semua mahkluk hidup. Tak hanya itu, racun tersebut juga akan mengendap dalam tanah dan akhirnya bisa memasuki rantai makanan. Dampaknya mungkin tak langsung terlihat, tetapi berbagai zat beracun itu bisa saja sudah mulai memengaruhi tubuh yang akhirnya menimbulkan suatu penyakit. Jadi, haruskah kita mengatasi sampah dengan cara yang justru membahayakan kelangsungan hidup diri sendiri dan generasi masa depan?

Bakar Sampah Dengan Incenerator [dok_Asrul]
Berikut ini fakta berbahaya dari aktivitas membakar sampah:
  1. Pada umumnya, terutama sampah dari rumah dibakar secara serampangan. Kegiatan ini akan menghasilkan karbomonoksida (CO) yang bila terhirup manusia  dapat mengganggu fungsi kerja hemoglobin (sel darah merah) yang semestinya mengangkut dan mengedarkan oksigen (O2) ke seluruh tubuh.  Kekurangan O2 ini bisa menimbulkan kematian. Sebagai gambaran kasar, satu ton sampah yang dibakar akan berpotensi menghasilkan gas CO sebanyak 30 kg.
  2. Asap dari pembakaran sampah plastik akan menghasilkan senyawa kimia dioksin atau zat yang bisa digunakan sebagai herbisida (racun tumbuhan). Selain itu, proses tersebut juga dapat menghasilkan fosgen atau gas beracun berbahaya yang pernah digunakan sebagai senjata pembunuh pada masa Perang Dunia pertama.
  3. Hasil pembakaran sampah yang mengandung klorin dapat menghasilkan 75 jenis zat beracun lain.
  4. Asap dari pembakaran sampah mengandung benzopirena (gas beracun penyerang jantung) sebanyak 350 kali. Zat ini ditengarai sebagai biang keladi penyebab kanker dan hidrokarbon berbahaya (seperti asam cuka) penyebab iritasi.
  5. Membakar kayu juga dapat menghasilkan senyawa yang mengakibatkan kanker. Sedangkan melamin dapat menghasilkan formaldehida (formalin) bila dibakar dengan suplai oksigen yang banyak atau HCN (asam sianida) bila kurang oksigen.
  6. Pembakaran sampah di area terbuka dapat menghasilkan partikel debu halus atau Particulate Matter (PM) yang mencapai level PM 10 (10 mikron). Dengan tingkatan tersebut, zat ini tidak dapat disaring oleh alat pernapasan manusia, sehingga bisa masuk ke paru-paru dan mengakibatkan gangguan pernapasan.
  7. Pembakaran sampah dapat menyebabkan kabut asap yang tebal dan mengurangi jarak pandang dan kenyamanan di lingkungan tempat tinggal. Yang lebih parah, bisa memicu terjadinya kebakaran dengan skala lebih besar. Kita tentu masih ingat terjadinya kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan yang menyebabkan kapal laut menabrak tebing dan menghentikan aktivitas penerbangan komersial di beberapa bandara.
Oleh karena itu, marilah kita mengelola limbah rumah tangga secara bijak, agar tidak membahayakan manusia dan selalu menjaga kenyamanan lingkungan.

Baca Juga di Sini.Green Indonesia Foundationprint this page Print this page

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mari Gabung Diskusi serta Mohon komentar dengan sopan, jangan SPAM atau SARA. Komentar SPAM atau SARA akan dihapus..Blog ini Bersifat Dofollow, Anda komentar dapat Backlink Otomatis untuk Meningkatkan PR Blog Anda...Terima kasih atas Kunjungan,Salam Sukses....!!!