Minggu, 14 Januari 2018

Bangun Indonesia Dari Desa

Asrul Ketika Mengunjungi Beberapa Desa di Korea Selatan (Dok-Asrul)
Pemerintah dan Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota, harus benar-benar fokus dan serius bangun desa, bila Indonesia akan makmur dan sejahtera. Masyarakat desa harus segera didorong untuk menemukenali desa tempat dimana mereka berada. Dengan adanya “Dana Desa” diharapkan mampu membangun masyarakat desa, bukan membagun desa semata.

Kawasan di wilayah pedesaan makin lama makin memiliki nilai strategis untuk peningkatan kesejahteraan. Baik bagi pengembangan infrastruktur berupa akses jalan,  pasar dan modal, juga menjadi penghubung kepada mobilitas perkotaan dan pedesaan.  

Terlebih lagi  laju modernisasi di perkotaan semakin kehabisan lahan untuk produksi dan konsumsi  sehingga mau tidak mau memperluas pencarian sumber-sumber baru hingga masuk ke wilayah desa.  Ini semua akan membawa ekses  yang salah satunya adalah berubahnya tataruang di wilayah desa akibat  desakan perubahan kota yang cepat itu.

Perubahan yang cepat  harus diantisipasi sehingga menghasilkan perubahan yang positif. Hal ini bisa terjangkau hanya jika  didukung oleh masyarakat luas, terutama oleh komunitas basis di desa. Tanpa dukungan/partisipasi basis komunitas, pembangunan rentan menjadi sumber ketidakadilan baru. Dalam konteks ini, partisipasi menjadi syarat material utama yang tidak dapat diabaikan. 

Paling penting di desa, harus dibangun dan di kembangkan “perpustakaan desa” agar masyarakat dapat dimampukan untuk gemar membaca. Ini sangat penting untuk keluar dari garis kemiskinan. Rakyat pedesaan harus terlatih untuk kreatif dan kritis terhadap daerahnya atau desanya.

Hentikan pembodohan dan pembohongan terhadap masyarakat desa. Ini salah satu syarat majunya atau hebatnya Indonesia kini dan yang akan datang. Bangun peradaban desa dengan menggali sumber daya desa atau kearifan lokal desa. Setiap pembangunan yang ada di desa harus melibatkan masyarakat desa. Pembangunan berbasis masyarakat. Itulah hakekat otonomi daerah yang sesungguhnya.

Jakarta, 13 Januari 2018
Green Indonesia Foundation

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mari Gabung Diskusi serta Mohon komentar dengan sopan, jangan SPAM atau SARA. Komentar SPAM atau SARA akan dihapus..Blog ini Bersifat Dofollow, Anda komentar dapat Backlink Otomatis untuk Meningkatkan PR Blog Anda...Terima kasih atas Kunjungan,Salam Sukses....!!!