Senin, 15 Januari 2018

Harapan Untuk Koperasi Indonesia


Asrul Saat Survey Koperasi Tani NACF Korea Selatan (Dok-Asrul)
Dengan jumlah koperasi terbanyak di dunia yaitu 209.000 unit, di Indonesia koperasi justru terpuruk. Apabila dikelola dengan baik sumbangan koperasi dapat mencapai 68% total GDP seperti di Denmark. Hal ini terjadi karena koperasi di Indonesia banyak yang tidak aktif, justru sering dipakai sebagai akal-akalan untuk merampok dana subsidi pemerintah.

“Walaupun jumlah koperasi terbanyak di dunia dimiliki Indonesia namun besarnya jumlah tersebut belum diimbangi dengan besarnya pemasukan dari koperasi terhadap negara dengan sumbangan terbesar dari jenis koperasi simpan pinjam”
Fenomena tersebut menjelaskan bahwa pertumbuhan kuantitas koperasi tidak diimbangi dengan pertumbuhan kualitas yang baik sehingga banyak koperasi yang pasif.

Menurut pendapat saya, seharusnya  koperasi-koperasi di Indonesia bisa lebih diperhatikan, bisa lebih di arahkan dan dikelola dengan baik, sehingga tujuan awal pendiri bisa tercapai dah harapan – harapan rakyat Indonesia untuk koperasi juga bisa tercapai dengan baik. Bagaimana koperasi dapat mensejahterakan masyarakat jika koperasi itu sendiri tidak atau kurang tersentuh tangan pemerintah. Koperasi hanya dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu. Seharusnya koperasi melakukan perubahan, terutama pola perekrutan anggota dan/atau pendiri. Harus benar-benar yang menjadi anggota adalah terkait dengan usaha koperasi itu sendiri. Jangan ada anggota hanya seremoni belaka.
Asrul: Agar koperasi Indonesia bisa berjalan dan berhasil guna, tidak hanya sekedar koperasi papan nama. Sebaiknya mengikuti pola manajemen perkoperasian atau Koperasi Pertanian National Agricultural Cooperative Federation (NACF) Korea Selatan.
Dan untuk koperasi-koperasi yang berjalan dengan baik mereka harus lebih mengutamakan kesejahteraan para masyarakat, khususnya masyarakat desa yang  berpenghasilan minim, dapat memperkokoh perekonomian rakyat, dapat mempertinggi kualitas kehidupan manusia, dapat mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota dan masyarakat.

Apa Peran Dekopin ?

Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) sepertinya stag dalam membina koperasi. Tidak ada perubahan dan pengembangan secara profesional. Koperasi hanya sekedar koperasi papan nama saja. Apa kabar Bro Nurdin Halid sebagai Ketum Dekopin ?

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga menuturkan, diperlukan reformasi total terhadap koperasi di Indonesia.
Dia menilai, citra koperasi saat ini masih terpuruk. Puspayoga menyebutkan, ada tiga hal yang dapat dilakukan untuk perbaikan citra koperasi di Indonesia, di antaranya adalah dengan rehabilitasi, reorientasi dan pengembangan. 

Saat ini angka Produk Domestik Bruto (PDB) koperasi Indonesia terhadap negara hanya 1,7 persen. Padahal, Indonesia memiliki jumlah koperasi terbesar di dunia yaitu 209.000 koperasi.
"Kemarin rekan dari Denmark datang. (Sumbangan koperasi terhadap) PDB-nya 6,7 persen. Belum Jepang, Singapura. Amerika yang dikenal negara kapitalis, dari 300 koperasi besar di dunia, 100 dari Amerika," tutur Puspayoga, Kamis (28/1/2016).

"Inilah yang ingin kita bangun. Mengembalikan citra koperasi," sambungnya. Terkait hal tersebut, Kementerian Koperasi dan UKM telah membangun database dengan memberikan nomor induk koperasi. Sedikitnya 62.000 koperasi telah dibekukan karena tidak aktif.

Selanjutnya adalah reorientasi. Harus ada perubahan mindset atau pola pikir dari mementingkan kuantitas ke kualitas. Pasalnya, selama ini banyak yang membanggakan jumlah koperasi namun mengesampingkan kualitas. Ini sangat keliru dalam membangun dan menumbuh-kembangkan perkoperasian di Indonesia.

Sementara itu, poin terakhir adalah pengembangan. Menurut Puspayoga, koperasi Indonesia harus lebih banyak membuka diri dan bekerjasama dengan berbagai pihak, terutama dalam mencanangkan program-program terkait.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mari Gabung Diskusi serta Mohon komentar dengan sopan, jangan SPAM atau SARA. Komentar SPAM atau SARA akan dihapus..Blog ini Bersifat Dofollow, Anda komentar dapat Backlink Otomatis untuk Meningkatkan PR Blog Anda...Terima kasih atas Kunjungan,Salam Sukses....!!!