Kamis, 25 Januari 2018

Jokowi Dan Tokoh Dunia Menerapkan Strategi Sun Tzu ?


Asrull dan Buku Strategi Sun Tzu
Menggunakan strategi Sun Tzu dalam bisnis bukanlah barang baru. Ada banyak bukti bahwa The Art of War memberikan kontribusi terhadap cara berpikir pemimpin-pemimpin modern. The Art of War merupakan bacaan wajib untuk mengikuti kursus tentang kewirausahaan di Columbia University.
The Art of War merupakan karya klasik bukan saja tentang strategi melainkan juga tentang kesederhanaan. Kesederhanaan The Art of War menjadikan pelajaran-pelajaran Sun Tzu langsung dapat dijabarkan menjadi strategi bisnis. Prinsip-prinsip Sun Tzu memantapkan landasan yang kokoh untuk memahami aturan-aturan strategi bisnis di milenium baru. Pelajaran-pelajaran Sun Tzu sudah ribuan usianya, dan ujian waktulah yang menjadikannya berharga bagi manajer bisnis.

"Seni tertinggi perang adalah untuk menaklukkan musuh tanpa pertempuran"
Senjata terkenal sejak zaman dahulu bukanlah terletak pada senjata yang digunakan atau seberapa besar armada perang dan prajurit bahkan kekuatan dari pemegang senjata. Strategi adalah senjata terampuh yang sudah diperkenalkan sejak 500 tahun sebelum masehi oleh seorang filsuf praktis asal Tiongkok, Seorang penasihat kerajaan ternama di zamannya bernama Sun Tzu yang dikenal sebagai The Art of War.

Seni berperang yang ia tuliskan dalam bilah-bilah bambu sudah diakui oleh dunia internasional sebagai sebuah resep yang handal untuk meraih sebuah kemenangan. Banyak pemimpin dan raja-raja zaman terdahulu dan sampai sekarang yang sudah mengadopsi cara berpikir dan setiap strategi ampuh dari Sun Tzu untuk memenangkan setiap pertempuran.

Strategi Sun Tzu digunakan oleh Genghis Khan di abad ke-13 dalam menaklukkan wilayah kekuasaannya mulai dari Mongol, China, Siberia hingga mendekati Eropa.
Napoleon di masa muda membaca dan mempelajari buku itu dari para rahib Jesuit yang menterjemahkannya dari bahasa China di tahun 1782.

Cara berpikir dan bertindak Mao Tse Tung juga sangat dipengaruhi strategi Sun Tzu, seperti terlihat dalam buku Merah Mao.

Hitler juga mempelajari strategi Sun Tzu, dan menggunakannya saat merebut Polandia dalam operasi ‘Blitzkrieg’ yang berlangsung 2 minggu.

Di tahun 1991, dalam operasi Desert Storm dan Desert Shield di kawasan Teluk, setiap anggota Marinir Amerika memiliki dan mempelajari buku strategi perang Sun Tzu. Strategi itu terbukti tetap relevan walau telah melewati rentang waktu ribuan tahun

Begitupun Jokowi kerap menerapka strategi Sub Tzu, “kenali dirimu dan kenali musuhmu” merupakan strategi utama dan pertama Sun Tzu, satu contoh apliaksi saat Jokowi mengundang tokoh-tokoh partai bahkan lawan-lawanya seperti Prabowo, SBY ke Istana.
"Usahakan memiliki teman dekat, begitu juga musuh Anda tetap di dekat Anda"
Jokowi berhasil menerapkan strategi ala Sun Tzu seperti dikutip di atas. Ketika kita tidak mengetahui rencana lawan secara jelas, serang dan pelajari reaksi lawan. Perilakunya akan membongkar strateginya.

Jokowi dengan undang-undang pemilu, yang "memaksa" parpol-parpol untuk berkoalisi dalam pencapresan, untuk ‘memukul rumput’, sehingga ‘ular-ular’ di sekitarnya pun kaget lalu bermunculan.

Jokowi telah berhasil menerapkan strategi Sun Tzu lainnya, yakni ‘memancing harimau turun gunung’. Kini SBY dan Prabowo sudah turun gunung, sehingga strategi mereka pun sudah terbaca oleh Jokowi.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mari Gabung Diskusi serta Mohon komentar dengan sopan, jangan SPAM atau SARA. Komentar SPAM atau SARA akan dihapus..Blog ini Bersifat Dofollow, Anda komentar dapat Backlink Otomatis untuk Meningkatkan PR Blog Anda...Terima kasih atas Kunjungan,Salam Sukses....!!!