Senin, 15 Januari 2018

Media dan Surat Kabar di Korea Selatan

Media dan Penyebaran Berita di Korea Selatan Gratis (Dok-Asrul) 

Korea Selatan, dalam segala ukuran, merupakan sebuah negara yang kaya dalam media. Di tahun 2002, negara ini lebih dari 47 Juta penduduk memiliki 116 surat kabar harian, dengan 3 surat kabar nasional sirkulasi berita mencapai 2 juta. Televisi, dengan dua jaringan nasional, hampir 47 channel, dan satelit digital yang menawarkan 74 channel. Sebagai tambahan, lebih dari 6500 majalah, 2000 mingguan, 3300 bulanan, dan 1200 paruh bulanan meramaikan pasar media. Masyarakat Korea juga menggunakan teknologi komunikasi yang baru. Ketersediaan dan adopsi dari peralatan telekomunikasi baru di Korea Selatan berkembang seiring dengan kebebasan pers dan media massa dalam tingkatan yang lebih tinggi.

Press di Korea Selatan ribut, bergetar, dan memiliki entitas yang kuat. Kekuatan ini, seringkali bersifat elitis, merupakan sebuah legalitas dalam sejarahnya. Press Modern dimulai sejak tahun 1980an. Pencerahan publik merupakan objektivitas utama media. Ketika Jepang menjajah Korea di tahun 1910, majalah mingguan berubah menjadi Koran harian dan mulai melakukan pergerakan intelektual dalam memperjuangkan kemerdekaan. Banyak dari reporter dan editor yang turut mengambil bagian dalam hal itu. Tradisi yang sama muncul saat ini dalam pers Korea ada sejumlah skeptisisme positif yang mewarnai kekuatan pengaturan sipil yang diseimbangkan dengan sejumlah kompromi dalam berbagai tingkatan dalam kepentingan bisnis. Press secara komersial disponsori oleh keuntungan dan digunakan sebagai alat politik dan elit.

Media dan Penyebaran Berita di Korea Selatan Gratis (Dok-Asrul)
Media komunikasi di Korea Selatan terdiri dari beberapa tipe komunikasi publik seperti berita, televisi, radio, film, majalah, surat kabar, internet berbasis web-sites. Jurnalisme modern Korea dimulai setelah akhir abad-19. Pers Korea memiliki pandangan reformist dan nasionalisme yang kuat sejak dari awal, akan tetapi menghadapi sejumlah kontrol politik dan sensorsip selama abad-20. Saat ini di Korea Selatan, banyak jurnalis yang membangun sejumlah tradisi yang mengacu pada kebebasan. Mereka cenderung mengkritik pemerintah, mengecam tindakan-tindakan yang berbau penyensoran dalam pers. Sebelum berkembang menjadi media yang besar dan sarat akan nilai-nilai kebebasan, media, baik massa dan elektornik di Korea Selatan mengalami perkembangan baik dalam segi propagandastik, diplomatik, dan jurnalistik
Media dan Penyebaran Berita di Korea Selatan Gratis (Dok-Asrul)
Kebanyakan surat kabar Korea Selatan memperoleh dukungan finansial mereka dari periklanan dan dari afiliasi mereka dengan rumah produksi. Pers Donga, sebagai salah satu contoh, menerbitkan bukan saja sejumlah harian prestigious Donga Ilbo, akan tetapi beraneka jenis majalah, termasuk surat kabar untuk anak-anak, majalah bulanan Shin Donga, woman magazine, dan referensi buku dan majalah untuk pelajar. Ketika pasca perang, Donga Ilbo menjadi salah satu oposisi pemerintah.

Surat kabar dengan prinsip anti-pembaharuan Korea Selatan, The Hankyoreh, mulai terbit di Mei 1988. Didirikan oleh Jurnalis professional yang disingkirkan oleh pemerintah di awal tahun 1970an atau di tahun 1980an, banyak dari staff reporter dan editorial yang meninggalkan posisi dalam surat kabar mainstream dan bergabung dalam Firma baru. Struktur dan pendekatan dari surat kabar mencerminkan sudut pandang pendiri dalam melihat berita Media Korea Selatan di masa lalu yang terlalu mudah dikooptasi oleh pemerintah. Surat kabar memiliki departemen hak asasi manusia sama seperti departemen media massa dalam mengawasi tingkah laku pemerintah khususnya dalam bidang jurnalisme dan media dan mengkritisi ideology dan bias politik dari surat kabar lainnya. 

Nasionalisme dan kepentingan surat kabar dalam reunifikasi nasional secara representative disimbolkan dalam logo, yang menggambarkan danau Cheonji di bawah pegunungan Baekdu di Korea Utara; secara eksklusif dengan menggunakan huruf Korea; dan tipe huruf dimana nama surat kabar dicetak, yang diambil dari tanggal dimana sebuah publikasi terkenal Korea di abad-18, sebelum korea dibagi. Surat kabar dicetak horizontal, tidak seperti harian lain yang umumnya dicetak vertical. Dalam inovasi lainnya, Hankyoreh tergantung pada promosi tempat, kontribusi swasta, bursa saham, dibandingkan dengan iklan dari perusahaan besar, sejalan dengan klaim utamanya “the first newspaper in the world truly independent of political power and large capital”, surat kabar ini meningkatkan tekanan atas pemerintah di tahun 1989.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mari Gabung Diskusi serta Mohon komentar dengan sopan, jangan SPAM atau SARA. Komentar SPAM atau SARA akan dihapus..Blog ini Bersifat Dofollow, Anda komentar dapat Backlink Otomatis untuk Meningkatkan PR Blog Anda...Terima kasih atas Kunjungan,Salam Sukses....!!!