Kamis, 14 Juli 2011

Green Building Makin Diminati

Penggunaan green building atau gedung dengan konsep ramah lingkungan ternyata semakin diminati.  Hasil survei global yang dilakukan konsultan properti Jones Lang LaSalle dan CoreNet pada 2008 lalu  menunjukkan, ketertarikan tenant di Asia Pasifik menggunakan green building  kian besar seiring dengan meningkatnya kesadaran akan masalah lingkungan dan isu sustainability.

Salah satu contoh gedung hijau
Menurut Senior Research Manager Jones Lang LaSalle Anton Sitorus, secara umum interest perusahaan-perusahaan di Asia Pasifik untuk menggunakan green building sebagai tempat berkerja bertambah tinggi dari tahun ke tahun.
"Pada 2007, responden yang mengatakan bahwa sustainability sebagai isu critical dalam bisnis mereka itu hanya 47 persen. Lalu di akhir 2008 pada waktu survei ini dilaksanakan angkanya meningkat tajam menjadi 76 persen. Saat ditanya faktor apa yang menjadi pertimbangan utama  perusahaan mencari lokasi untuk kantor mereka, 75 persen menjawab adalah terkait biaya energi, sementara 82 adalah green buliding.  Di sini terlihat bahwa kecenderungan di kalangan corporate occupiers terhadap isu-isu sustainability makin meningkat,"  ujar  Anton di Jakarta, Selasa (21/4).

Green building sendiri, kata Anton, adalah bangunan yang dirancang serta dikelola dengan dampak yang minim terhadap lingkungan, sosial dan ekonomi. Sementara di sisi lain dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan penghuninya. "Jadi bukan sekedar penghematan energi, namun dampaknya makin luas lagi," tambahnya.

Penggunaan green building, lanjut Anton memang akan mendatangkan banyak keuntungan baik baik bagi si pemilik gedung maupun penyewanya. Misalnya dari segi daya saing, gedung yang menerapkan konsep green building jelas lebih kompetitif dan lebih mudah disewakan. "Gedung ini juga banyak diincar perusahaan-perusahan internasional atau multinasional," terang Anton.

Selain lebih hemat dari segi biaya dan murah dalam pengelolaan, perusahaan yang menggunakan green building juga akan memiliki citra yang lebih baik di mata masyarakat dan lingkungan bisnis.

"Apalagi di era krisis global seperti sekarang, banyak perusahaan berada dalam tekanan untuk menekan biaya secara cepat.  Banyak yang mulai sadar bahwa perencanaan energi yang tepat bisa menjadi salah satu upaya menekan biaya operasional mereka," tandasnya.

Di Indonesia sendiri, utamanya Jakarta, ada sejumlah gedung perkantoran yang telah menerapkan konsep green building meskipun belum terintegrasi secara teknologi.

"Sejauh ini, gedung-gedung  di Jakarta baru sebatas antisipasi terhadap perencanaan bangunan tapi belum benar-benar terintegrasi dengan teknologi bangunan itu sendiri. Jadi yang dibangun oleh sejumlah developer itu hanya gedung dengan desain ramah lingkungan, bukan gedung yang benar-benar ramah lingkungan," katanya.

JAKARTA, KOMPAS.com - 
Source:http://properti.kompas.com/read/xml/2009/04/21/23291229/green.building.makin.diminati

Best regards,

Owner TrashGoogleBlogs
print this page Print this page

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mari Gabung Diskusi serta Mohon komentar dengan sopan, jangan SPAM atau SARA. Komentar SPAM atau SARA akan dihapus..Blog ini Bersifat Dofollow, Anda komentar dapat Backlink Otomatis untuk Meningkatkan PR Blog Anda...Terima kasih atas Kunjungan,Salam Sukses....!!!