Rabu, 15 April 2015

Segera Hentikan Penanaman Pohon Instan

Median jalan samping SinarMasLand BSD _Dok.Asrul (14/4/15)
Bumi Serpong Damai - AHD (14/4/2015). Penyebab pohon-pohon di kota-kota besar Indonesia terus bertumbangan karena pola dan metode penanaman yang salah, serba instan. Tapi Kesalahan itu “terjadi pembiaran” tak pernah diperbaiki di setiap era pergantian pimpinan. Selalu diulangi.... salah..... diulangi dan salah lagi. Ini semua akan merusak tiga generasi; Generasi sekarang, anak dan cucu kita bersama. (baca tulisan saya lainnya tentang bahayanya menanam Pohon Instan ini di "menjamin-pohon-tumbuh-besar-dan-kokoh" pada Majalah Adhyaksa Kejaksaan Agung RI, edisi Pebruari-Maret 2015 Klik di SINI) atau Klik di Majalah Adhyaksa Kejagung RI.
Diameter 20 cm posisi BSD Tangerang Selatan_Dok.Asrul (14/4/15)
Coba perhatikan Pohon Instan yang ditanam tersebut diatas rata-rata berdiameter 20 cm, malah ada sampai 40 cm, ini sangatlah "gila". Apa hanya keindahan sesaat saja atau keselamatan pemakai jalan atau trotoar yang diinginkan, atau karena anggarannya yang bisa dipermainkan, atau karena tidak adanya kesiapan pembibitan??? Foto atau kondisi ini saya rekam hari ini (14/3/2015) di median jalan BSD (sekitar Kantor Pemasaran Sinar Mas Land BSD), Pemerintah jelaslah tidak bisa mengontrol dan melarangnya, karena pemerintah sendiri yang selalu melakukan cara-cara atau metode penanam seperti ini. Khusus untuk yang ditanam oleh pengembang Sinar Mas Land agar segera Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menegur dan menghentikan penanaman pohon instan ini.

Diharapkan dengan sangat #SangatSerius, agar penegak hukum (Polri dan Kejagung) turun tangan untuk "Menghentikan sekaligus Menyelidiki" masalah ini. Ini sangat berbahaya bila dibiarkan begitu saja. Khusus yang ditanam oleh pemerintah c/q Dinas Kebersihan dan Petamanan diseluruh Indonesia, juga terindikasi adanya penyelewengan anggaran (terindikasi korupsi) dan penyelewengan regulasi (tentang tata-cara penanaman bibit pohon by Kepmen PU dengan ketinggian sekitar 1,30 s/d 2.00 meter, baca Kepmen PU di Klik di SINI
Median Jalan BSD Kota Tangerang Selatan_Dok.Asrul (14/4/15)
Sebagai contoh kasus di DKI Jakarta; Pohon-pohon di Jakarta mulai yang banyak bertumbangan. Kebanyakan yang tumbang adalah pohon di era Sutiyoso atau gubernur sebelum Sutiyoso. Berdasarkan data Dinas Pertamanan DKI Jakarta, sejak tahun 2007 sampai awal Desember 2013, tercatat ada sebanyak 2.051 pohon tumbang di Jakarta atau tercerabut dari akarnya. Sedangkan sebanyak  2.089 pohon sempal atau patah bagian dahannya.
Tampak Pohon Tumbang Tanpa Akar Tunjang (Akar Tunggal)
Di tahun 2007, jumlah pohon tumbang ada sebanyak 436 pohon. Tahun 2008 ada 261. Tahun 2009 ada 350 pohon. Tahun 2010 ada 462. Tahun 2011 sejumlah 214 pohon. Tahun 2012 ada sebanyak 328 pohon tumbang. Terakhir pada 2013 ini tercatat sudah 232 pohon tumbang di Jakarta. Pohon-pohon yang kini banyak bertumbangan ada yang ditanam di era Ali Sadikin. Ada pula pohon-pohon Angsana dan Mahoni yang ditanam di era Sutiyoso.
Akibat Negatif Penanam Pohon Instan_Dok.Asrul
Setiap tahun, Dinas Pertamanan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelontorkan uang tak sedikit untuk mengganti kerugian akibat pohon tumbang. Di periode 1 November 2011 – 30 September 2012, total jumlah klaim akibat pohon tumbang sebesar Rp 757 Juta. Di tahun 2011 tercatat ada dua korban tewas akibat pohon tumbang. Kemudian di periode 1 November 2012 sampai dengan 31 Oktober 2013, total jumlah permohonan klaim sebesar Rp 720 Juta. Di periode ini tercatat ada tujuh korban luka dan satu korban tewas, begini seterusnya terjadi peningkatan kerugian akibat pohon instan ini. (pada tulisan berikutnya, akan saya tampilkan kerugian-kerugian tahun 2014 dan 2015)
Bertumbangannya pohon-pohon di Jakarta adalah buah kesalahan masa lalu.  Ada yang cacat di setiap era kepemimpinan terkait kebijakan soal penanaman pohon. DKI Jakarta selalu memilih menanam pohon secara instan. Alias memilih pohon-pohon berusia lima sampai sepuluh tahun untuk ditanam. Itupun pola tanam pohon instan ini sudah merambah ke seluruh Indonesia.

Akibat dari menanam pohon instan adalah akar tunjang pohon tak kuat menahan tubuh pohon. Bahkan pohon instan berisiko tak memiliki akar tunjang (akar tunggal). Sebab saat pemindahan pohon, pohon-pohon instan ini dipotong bagian akar tunjangnya. Baru memindahkannya ke lokasi yang diinginkan.
Penanaman Pohon Peneduh Yang Salah_dok.Asrul (14/4/15)
Penanaman Pohon Peneduh Yang Benar_dok.Asrul (14/4/15)
Makanya antara 10 sampai 20 tahun setelah pohon instan ditanam, masalah mulai timbul. Bobot pohon makin berat dan tubuh pohon makin tinggi, tapi akar tunjangnya tak sesuai dengan bobot dan tinggi pohon itu. Sebab akar tunjang jadi tumbuh belakangan bahkan ada yang tak tumbuh lagi.
Akibatnya mudah tumbang, karena pohon hanya berdiri diatas akar serabut. Fungsi akar serabut bukan membuat pohon kokoh, tapi hanya untuk mencari makan.

Ahli Hutan Kota Institut Pertanian Bogor, Endes N Dahlan, mengatakan, pohon di Jakarta selalu ditanam saat diameter batangnya sudah mencapai sepuluh centimeter. Ketika itu usia pohon biasanya sudah mencapai 4,5 tahun untuk jenis mahoni. Makanya penanaman pohon selalu harus memakai steger agar pohon tegak berdiri saat baru ditanam.
“Akar tunjang itu sangat penting. Itulah yang membuat pohon jadi kuat berdiri dan menahan terpaan angin. Akar tunjang itu menghujam lurus ke tanah. Sejajar dengan batang pohon. Begitu akar tunjang tak masuk kuat ke dalam, pohon mudah tumbang,” ujar Endes.


Ref: wartakota.tribunnews, Tata Cara Penanaman Pohon Peneduh (Kepmen PU)
Foto (Dokumentasi) Dampak negatif Pohon Instan Klik di SINI.

Best regards,

Owner TrashGoogleBlogs
print this page Print this page

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mari Gabung Diskusi serta Mohon komentar dengan sopan, jangan SPAM atau SARA. Komentar SPAM atau SARA akan dihapus..Blog ini Bersifat Dofollow, Anda komentar dapat Backlink Otomatis untuk Meningkatkan PR Blog Anda...Terima kasih atas Kunjungan,Salam Sukses....!!!