Kamis, 27 September 2012
Stop Sampah ke TPA, Desain Kota Tanpa TPA
Rabu, 21 Maret 2012
Menjaring Semangat Pengembangan UKM di Indonesia
![]() |
| Dok by Lekad News dan Kementerian KUKM |
Selasa, 17 Mei 2011
Prinsip Kerjasama Antardaerah
Agar berhasil melaksanakan kerjasama tersebut dibutuhkan prinsip-prinsip umum sebagaimana terdapat dalam prinsip “good governance” Beberapa prinsip diantara prinsip good governance yang ada dapat dijadikan pedoman dalam melakukan kerjasama antar Pemda yaitu:
- Transparansi. Pemerintahan Daerah yang telah bersepakat untuk melakukan kerjasama harus transparan dalam memberikan berbagai data dan informasi yang dibutuhkan dalam rangka kerjasama tersebut, tanpa ditutup-tutup.
Senin, 16 Mei 2011
Isu Strategis Kerjasama Antardaerah
Otoda Mengharuskan Kerjasama Antardaerah
Sabtu, 19 Maret 2011
Membangun Pertanian Terpadu Perlu Integrasi Stakeholder
Jumat, 04 Maret 2011
Komponen Dasar Struktur Regional Management
Rabu, 02 September 2009
Apakah itu Skenario CSR?
Skenario CSR
Bila anda perusahaan swasta atau BUMN/D yang mengharapkan memiliki program CSR dengan orientasi pada hasil kegiatan yang berkelanjutan, memiliki 'kepemilikan yang tinggi' dari stakeholders, tepat sasaran, sinergis dengan produk dan kegiatan perusahaan, sesuai visi dan filosofi perusahaan, transparan, memberikan citra dan nilai publisitas tinggi, maka S-CSR merupakan istrumen yang mutlak digunakan.
Apakah itu Skenario CSR?
Skenario CSR (S-CSR) adalah sebuah pendekatan untuk digunakan dalam perencanaan Corporate Social Responsibility program pada sebuah perusahaan. Sejak identifikasi kebutuhan kegiatan sampai aspek pelaksanaannya terintegrasi pada tools CSR ini. Prosesnya dijalankan melalui mekanisme partisipatif yang sistematis diantara para aktor dan stakeholder terkait melalui fasilitator profesional yang berpengalaman.
Melalui pemanfaatan S-CSR, maka penentuan kegiatan akan lebih fokus dan sesuai dengan maksud, tujuan, peran dan fungsi masing-masing aktor yang terlibat dalam program CSR.
S-CSR dirancang sesuai dengan prinsip dasar dan kebutuhan dinamika perencanaan pembangunan kontemporer yang sarat dengan aspek efisiensi, peningkatan transparansi, partisipasi, komunikasi dan pencapaian yang efektif. Pendekatan ini juga sesuai dengan pemanfaatan pola strategic planning, perencanaan kolektif, aktivasi kesadaran bersama (awareness building) dan penguatan jejaring (networking) multi-stakeholders. Oleh karena itu kegiatan CSR tidak lagi berawal dari proposal kegiatan yang dianggap baik (feasible), namun melalui pendekatan partisipatif yang lebih menjamin efektifitas manfaat (tepat sasaran), kepemilikan program oleh masyarakat & Pemerintah/Pemda dan dengan demikian juga menjamin keberlanjutannya.
Urgensi Penggunaaan S-CSR?
Praktek konvensional penentuan program CSR biasanya sangat tergantung dari berbagai proposal yang ditawarkan kepada perusahaan. Berdasarkan pertimbangan teknis dan pengaruh dominasi subyektifitas perusahaan (terutama aspek: pemenuhan kewajiban regulasi dan nilai publisitas yang tinggi), maka kebijakan program CSR biasanya diputuskan.
Saat ini, CSR perlu lebih melibatkan pihak-pihak yang terkait langsung, a.l. para beneficiaries dan regulator di wilayah sehingga efektif.
Download
Flyer tentang S-CSR dapat di download di situs Lekad dan klik di sini.
Apakah itu SKAD?
Apakah itu SKAD?
SKAD adalah sebuah metode sekaligus alat untuk mengidentifikasi kebutuhan kegiatan Kerja Sama Antardaerah (KAD) yang layak dan mendesak untuk dilakukan. Seiring dengan proses identifikasi kegiatan yang perlu dilakukan, diperoleh pula gambaran tentang visi bersama. Proses ini melalui mekanisme partisipatif yang sistematis di antara para aktor (Pemerintah Daerah) dan stakeholder terkait. Pembentukan gambaran visi bersama ini diikuti dengan pengembangan aspek penting lainnya seperti misi, milestones kegiatan, aktor, kelembagaan, dan berbagai informasi lain sesuai kebutuhan dalam konteks KAD.
Melalui pemanfaatan SKAD, maka penentuan kegiatan kerja sama akan lebih fokus dan memperjelas maksud, tujuan, peran dan fungsi masing-masing aktor yang terlibat dalam KAD.
SKAD dirancang sesuai dengan prinsip dasar dan kebutuhan dinamika perencanaan pembangunan kontemporer yang kental dengan aspek efisiensi, peningkatan transparansi, partisipasi, komunikasi dan pencapaian yang efektif. Metode ini juga sesuai dengan pemanfaatan pola strategic planning, perencanaan kolektif, aktivasi kesadaran bersama (awareness building) dan penguatan jejaring (networking) yang melekat pada pendekatan Regional Management. Oleh karena itu SKAD merupakan salah satu instrumen penting dan perlu digunakan dalam menjalankan konsep KAD, khususnya Regional Management.
Silahkan unggah Flyer SKAD terlampir untuk informasi lebih lanjut Read More...Pemahaman Dasar Regional Management & Regional Marketing
Regional Management & Regional Marketing
by: Asrul Hoesein (fasilitator Lekad)
Sejak terbitnya buku edisi pertama itu pula, telah terjadi berbagai perkembangan baru terkait pemanfaatan pendekatan regionalisasi, khususnya yang bersifat desentralistik di Indonesia. Hal ini ditandai dengan semakin besarnya kesadaran daerah untuk memanfaatkan pendekatan Regional Management & Regional Marketing sebagai salah satu instrumen strategis pembangunan kewilayahan. Setelah lahir dan berkembangnya Regional Management (RM) Barlingmascakeb dan Sapta-Mitra-Pantura (Sampan) di Jawa Tengah, maka kini mulai bermunculan berbagai inisiasi pembangunan kewilayahan di Indonesia, antara lain seperti: AKSESS (Sulsel), Kaukus-Setara-Kuat (Bengkulu, Lampung & Sumsel), Janghiangbong (Bengkulu), Jonjokbatur (NTB) dan Lake Toba Regional Management (Sumut).
Tanggapan yang begitu besar dan positif di berbagai daerah ini tidak lepas dari peranan pemerintah pusat, khususnya melalui Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal, Bappenas dan Departemen Dalam Negeri yang turut membantu memfasilitasi daerahdaerah yang memiliki inisiatif untuk menggunakannya.
Catatan; Bagi Kabupaten/Kota yang bermaksud mengembangkan infrastruktur serta SDAnya, sangat mudah terjadi dan efektif/efisien bila sinergi antar Kab/Kota bertetangga,pembanguan tidak akan tumpang tindih bila menerapkan sistem regionalisasi (sinergi pembangunan) Info selanjutnya Prihal Regional Management dan Regional Marketing silakan hubungi kami di 085215497331 (H.Asrul Hoesein, fasilitator kawasan timur Indonesia) atau ke situs Lekad klik di sini






























