Catatan "Asrul Hoesein Diary"
Saran kepada Pemda Provinsi/Kab/Kota di Indonesia, sebaiknya dalam mengawal Inpres Gerakan Nasional Revolusi Mental ini, dibuat Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Gubernur, Bupati dan Walikota. (Gerakan Nasional Revolusi Mental Menuntut Keteladanan)
RANCANGAN Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) tahun 2015 telah disahkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada rapat paripurna, Jumat malam, 13 Februari 2015. Rapat itu berlangsung mulus, bahkan nyaris luput dari perhatian publik. Padahal sebelumnya banyak pihak memperkirakan DPR akan menghambat pengesahan APBN-P.
(1) Pengusaha menggunakan pengaruh pejabat pusat untuk "membujuk" Kepala
Daerah/Pejabat Daeerah mengintervensi proses pengadaan dalam rangka
memenangkan pengusaha, meninggikan harga atau nilai kontrak, dan
pengusaha tersebut memberikan sejumlah uang kepada pejabat pusat maupun
daerah
Solusi Sehat,Cerdas dan Spritual Mengantisipasi Bencana Alam
oleh: H.Asrul Hoesein
(pendiri Gerakan Indonesia Hijau)
Indonesia sejak bencana tsunami Aceh enam tahun silam, sampai hari ini tidak luput dari bencana alam, sepertinya menjadi penghuni tetap negeri ini, tidak perlu sebut satu persatu, pastinya oktober tahun ini bencana sepertinya kompak “berjamaah” hadir di seluruh wilayah NKRI. Setelah bencana banjir lumpur Wasior, Papua Barat, dan menyusul gunung merapi “meletus” di Kabupaten Sleman, Yokjakarta yang mengeluarkan semburan abu panas dan awan panas, serta hujan batu (kejadian yang sama terjadi pada tahun 2006), serta senin (25/10) di Pagaiselatan, Sumatera Barat, gempa terjadi lagi disana dengan kekuatan 7,2 SR juga mengakibatkan tsunami, sekedar catatan bahwa Padang, Sumatera Barat setahun lalu diporak-porandakan oleh gempa bumi dengan kekuatan 7,9 SR, gempa yang sekarang ini hanya beda 0,7 SR saja. Belum lagi bencana-bencana di wilayah lain, sepertinya sebuah paket “hadiah” azab beruntun. Entah besok apa dan dimana lagi akan terjadi?. Sungguh ironis Indonesia. Apa sebenarnya dosa negeri ini?
“Nilai” – kearifan, kemanusiaan, spirit pembebasan, kemerdekaan, pluralitas, nasionalisme, budaya dan cita-cita nasional, yang tertuang dalam Pancasila, yang merupakan dasar negara;
“Diri” - manusia (jumlah penduduk), kekayaan alam, sejarah dan kebudayaan – sebagai karunia Tuhan Yang Maha Kuasa, yang tiada bernilai;
“Posisi” – letak strategis Indonesia – diantara dua benua dan diantara dua samudera, dan posisi di bibir pasifik, yang mer upakan pasar yang diperebutkan dunia.
“Kemiskinan” – krisis keadilan; krisis SDM; krisis produksi dan lingkungan (“kerusakan alam”) – negara tidak mampu menjalankan perintah konstitusi.
“Globalisasi” – krisis budaya, krisis kedaulatan, ketergantungan - Perubahan geopolitik, geoekonomi, geopertahanan global, dan makin kompetitifnya kawasan Asia Pasifik, pergeseran kekuatan adi daya, “hegemoni” (termasuk hegemoni dalam iptek), ancaman menjadi negara “boneka” atau sekedar menjadi pasar, dst.
“Lingkungan” – krisis air bersih, banjir, perubahan iklim, pemanasan global.
Reformasi telah dan tengah mengantar Indonesia sebagai negara demokrasi. Tetapi, kami menolak demokrasi yang hanya sekedar merumitkan tata cara berpemerintahan tanpa mewujudkan kesejahteraan umum. Kami menolak demokrasi yang hanya menghasilkan rutinitas sirkulasi kekuasaan tanpa kehadiran pemimpin yang berkualitas dan layak diteladani. Kami menolak demokrasi tanpa orientasi pada publik. Kami menolak demokrasi yang sekadar menjadi proyek reformasi tanpa arti.
Kami mencita-citakan demokrasi Indonesia yang matang, yang menjadi tempat persandingan keberagaman dengan kesatuan, dinamika dengan ketertiban, kompetisi dengan persamaan, dan kebebasan dengan kesejahteraan. Kami mencita-citakan sebuah demokrasi berbasis warga negara yang kuat, yang terpanggil untuk merebut masa depan yang gemilang, dengan keringat dan tangan sendiri.
Maka, pada hari ini kami berketetapan hati menggalang sebuah gerakan bernama:
NASIONAL DEMOKRAT: RESTORASI INDONESIA
Nasional Demokrat adalah gerakan perubahan yang berikhtiar menggalang seluruh warga negara dari beragam lapisan dan golongan untuk merestorasi Indonesia. Nasional Demokrat tidak hanya bertumpu dan berpusat di Jakarta, melainkan gerakan perubahan yang titik-titik sumbunya terpencar di seluruh penjuru Indonesia.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa beserta kita.
Jakarta, 1 Februari 2010
Restorasi Indonesia
Restorasi Indonesia dicapai dengan:
Pertama, restorasi negara-bangsa yang berupa upaya membangun keteladanan kepemimpinan, membangun karakter gotong royong sesuai dengan dasar negara dan membangun kepercayaan rakyat terhadap institusi negara. Kedua, restorasi kehidupan rakyat yang berupa upaya membangun gerakan arus bawah atas prakarsa rakyat, yang membawa nilai-nilai kebajikan, spiritualitas kebangsaan, solidaritas sosial, kearifan budaya lokal, dan etos kerja yang produktif. Ketiga, restorasi kebijakan internasional yang berupa upaya membangun keseimbangan baru dalam tata dunia yang lebih adil, damai dan menjaga kelestarian alam semesta.
Mari Bergabung dengan kami di Nasional Demokrat (Nasdem), Demi Indonesia Maju dan Sejahtera.......Amin Wassalam.......
Dalam lingkaran ekonomi “economy circle” di era pasar bebas dimana kekuatan capital sangat dominan, maka peran pemerintah adalah penyeimbang lingkaran ekonomi tersebut kalau diterjemahkan secara kongkret, maka tugas besar pemerintah adalah sebagai pelindung lapisan masyarakat yang paling bawah melalui berbagai bentuk insentif kesejahteraan social ekonomi, tidak hanya melalui sumbangan pajak dari mereka yang kuat namun lebih dari itu melalui corporasi kerakyatan yang terorganisir.
Proses globalisasi berjalan terus tanpa menunggu bangsa kita siap atau tidak siap. Dalam era globalisasi, dimana pergeseran paradigma pembangunan tidak dapat dielakka, bahkan menjadi sebuah keharusan bila bangsa ini ingin terus menjadi bagian dari percaturan internasional.
Untuk itu kita tidak boleh terbelenggu dalam text book yang ada (memakai pola lama, seperti yang terjadi saat ini) kita perlu berpikir mencari alternatif pembangunan ekonomi yang berbasis masyarakat (komunal) namun diterapkan dengan bisnis model yang state-of-the-art dengan paradigma ekonomi jaringan.
Dari dinamika yang telah dilewati kini tiba saatnya untuk meyadari dan menata kembali prioritas nasional desentralisasi melalui otonomi daerah, juga perlu dijalankan skenario nasional (star awal dengan melaksanakan skenario regionalmanagement atau kerjasama antardaerah) yang cerdas, modern, yang memahamidan memanfaatkan jaringan finansial g;obal demi kepentingan rakyat secara nasionaladalah jawaban yang tepat.
Bagaimanapun ke depan bangsa kita harus segera membangun sinergi antara kekuatan finansial global dalam prioritas kepentingan rakyat secara nasional dengan suatu kebutuhan yang tidak bisa ditunda-tunda bila tidak maka sampai kapanpun kita akan terus terpuruk, tanpa mampu untuk bangkit.
Sebagaimana Wapres Jusuf Kalla pernah mengatakan bahwa tiga faktor utama yang menghambat pertumbuhan sektor riil adalah tingginya tingkat suku bunga, mahalnya energi (kelangkaan), lemahnya distribusi karena hancurnya infrastruktur jalan dan belum tercukupinya transfortasi yang memadai.
Itulah sebabnya diperlukan perubahan sistem atau Indonesia Corporate Restructuring tidak bisa dilakukan sepotong-sepotong karena semua komponen itu ada dalam suatu siklus ekonomi. Dengan demikian jaringan usaha kerakyatan(ekonomi kerakyatan) akan memperoleh bentuk terbaiknya, tinggal kesungguhan penguasa untuk menerapkannya.
Menata Ulang BUMN/BUMD
Sesungguhnya BUMN/D dan juga bisnis-bisnis lembaga Negara yang manapun adalah sapi perahan bagi elit tertentu saja. Disanalah maka hamper semua BUMN ( kurang lebih 150 BUMN di Indonesia) pada merugi“katanya”. Oleh karena itu hanya bisnis yang belum profitable sajalah yang di urus negara (misalnya produksi sarana dan prasarana militer tetap BUMN) selebihnya BUMN/D ditata ulang agar kepentingan rakyat benar-benar bisa dikedepankan.Untuk itu BUMN/D yang memang profitable ke depan di ubah menjadi BUMR (Badan Usaha Milik Rakyat) sesuai dengan skema baru dalam pengaturan perekonomian rakyat yang diintegrasikan financial global. BUMN/D sudah menyimpang dari fungsi mensejahterahkan rakyat lalu perlu pula dilakukan “corporate restructuring” menuju BUMR. Badan Usaha Milik Rakyat (BUMR) sebagai Gerakan Ekonomi Rakyat berskala Nasional dan International. Berjuang untuk melawan ketidak adilan pasar, demi terwujudnya sistem perekonomian yang kokoh, tangguh, mandiri dan dinamis, sesuai dengan amanah UUD1945, Pancasila dan UU No.25 tahun 1992.
Dasar pendirian BUMN oleh para para founding fathers ditujukan sebagai alat Negara untuk menjamin kesejahteraan rakyat, kenyataannya kini menjadi ajang rebutan (penggerogotan) para elit politik/birokrasi, BUMN adalah sarang korupsi. Ini akan berakibat fatal kepada nasib BUMN/D itu sendiri sebagai corporasi BUMN/D yang seharusnya mampu bersaing secara global, ini malah menjadi pada terpuruk, akibatnya rakyat tidak mendapat manfaat, malah rakyat menjadi konsumen menopang system corpoasi BUMN/D yang membebani rakyat baik berupa menyedot dana masyarakat maupun dalam bentuk layanan yang mahal dan tidak konpetitif tanpa ada pilihan lain. Dalam buku “Mengutamakan Rakyat” di contoh kan adalah jumlah SIMPEDES (Simpanan Pedesaan) jauh lebih besar ketimbang KUPEDES (Kredit Usaha Pedesaan). Ini berarti penyedotan dana masyarakat namun alokasi untuk kredit rakyat kecil dan suashnya bukan main, sehingga tidak seimbang antara dana terkumpul dengan dana tersalur untuk mendukung usaha rakyat. Contoh lain adalah telekomunikasi dimana harga layanan telekomunikasi di Indonesia termahal di dunia.
Mahalnya tarif komunikasi, juga barang dan jasa yang lain seperti listrik dan air, pada hakekatnya adalah pemerasan oleh Negara atau minimal di legalkan oleh Negara. Apalagi rakyat untuk menggunakan barang dan jasa yang dibutuhkan tanpa alterbatif pilihan karena monopoli antara lain juga sulitnya mendapatkan pupuk, belum lagi contoh-contoh yang lain misalnya di bidang perkebunan, begitu pula BUMN/D yang bergerak di bidang layanan public seperti transportasi baik udara, laut dan darat, ini malah kalah bersaing dan cenderung mau bangkrut juga.
Solusinya lagi-lagi subsidi dari APBN yang pada hakekatnya juga membebani rakyat. Sementara pesaing dari swasta nasional dan asing terus masuk dan menggeser peran mereka (khususnya UKMK), menjadi pertanyaan bahwa kenapa hal ini dipertahankan ?. Diharapkan kepada pemimpin baru ke depan “Presiden RI 2009-2014” yang terpilih nantinya untuk melakukan pembaharuan “corporate restructuring”terhadap BUMN/D menjadi BUMR. Karena kalau tidak, se kaya bagaimanapun Negara ini, kalau diabaikan …. Kan lama-lama habis juga potensinya karena itu semua milik rakyat bahkan cenderung dilupakan bahwa dasar pendirian BUMN oleh founding fathers adalah untuk mensejahterahkan rakyat, karena semua itu bukan milik pemerintah dan apalagi bukan milik elite politik atau partai-partai. Kita harus jujur kini yang terjadi mereka-mereka malah memeras dan merugikan rakyat dengan berbagai bentuk seperti yang telah dicontohkan tersebut diatas.
Dari BUMN Menjadi BUMR
Ke depan tentu dengan konsep BUMR, siapapun ia yang menjadi konsumen atau klien dari BUMR adalah juga pemili saham. Dengan demikian rakyat secara langsung mendapat keuntungan dari BUMR-BUMR yang ada. Begitu pula dalam pengelolaan kekayaan alam tidak lagi menempatkan rakyat sebagai penonton di wilayahnya.
Tapi melalui konsep yang disusun secara integral dari Master Plan, Corporate Plan sampai keperencanaan yang bersifat detail (Business Plan) sudah disusun dalam satu kerangka yang utuh dengan menempatkan rakyat sebagai pihak yang diuntungkan.
Bagaimana mungkin tambang dan hutan dibagi-bagi kepada pihak-pihak tertentu, seperti banyak terjadi korupsi pada pengalihan lahan/hutan yang dilakukan oleh oknum anggota DPR/DPRDserta oknum dari pihak pemerintah – kasusnya sementara ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Karena melalui pasar modal/saham (tidak mendahulukan pasar rakyat seperti Pasar Tanah Abang, Pasar Turi dll– bahasa versi Wapres Jusuf Kalla) mereka menggerakkan ratusan juta US Dollar dengan mudahnya. Mereka sudah mengeruk keuntungan di luar keuntungan bisnisnya itu sendiri. Namun ketika pemerintah (pusat/daerah) akan membangun, sebut misalnya membangun rumah sakit, pengembangan kota baru atau yang lainnya sekitar lokasi yang dibebaskan tersebut dengan susah payah mencari investor. Ini kan enak di pihak yang mendapat konsesi tambang/hutan, tapi nggak enak bagi investor lainnya (ini salah satu indicator kurangnya investor masuk ke Indonesia). Disinilah pentingnya pengintegrasian perencanaan dalam bentuk master plan, corporate plan dan bahkan business plan agar kepentingan rakyat tercermin di dalamnya secara terukur dan tentu pula terjadi tranfaransi atau bisa disebut pula fair trade bukan free trade. Yang jelas dalam model BUMN/D sangat subur korupsi dan rakyat tetap saja hanya sebagai penonton, sedangkan dalam model BUMR rakyat dilibatkan dalam pengelolaan infrastruktur public dalam artian rakyat disamping sebagai pengguna sekaligus sebagai pemilik. Berbeda dalam system ekonomi liberal keuntungan yang di dapat oleh corporate/perusahaan hanya akan dinikmati oleh pemegang saham dan kepentingan public/rakyat diatur secara tidak langsung melalui pajak atau pungutan lainnya. Sedangkan dalam BUMR rakyat secara langsung dapat ikut menikmati keuntungan yang didapat dari bisnis BUMR tersebut. Dengan cara ini akan membuat rakyat membeli pulsa telepon, listrik, air bersih, pupuk, jasa angkutan dan lain sebagainya dengan mudah dan murah serta cepat pula. Ini bukan omong kosong karena Negara tetangga sudah melaksanakannya bahkan dengan melibatkan global financial lahirlah model Air Asia (jasa penerbangan). Kita tidak usah repot-repot mikir tinggal adopsi saja. Tidak ada salahnya kita belajar apa yang dilakukan oleh Mahathir Muhammad mantan PM Malaysia atau yang dilakukan di Thailand oleh Thaksin Shinawatra, serta Vietnam juga sudah mengikutinya. Sekarang kini persoalannya tergantung kemauan sang peminpin saja dalam hal ini presiden serta dukungan dari parlemen, kini saatnya peran BUMR yang tepat untuk dilaksanakan sebagai wajah baru dari BUMN/Dyang sudah parah kondisinya, mari kita pikirkan bersama demi kemaslahatan bangsa dan Negara yang kita cintai ini. Baca; Beyond Boundaries, 2008.”Menembus Batas” Damai Untuk Semesta, Wawancara David Barsamian & Liem Siok Lan. Jakarta, Yayasan Obor Indonesia. Justiani (Liem Siok Lan) ,2008.”Mengutamakan Rakyat”, Wawancara Mayjen Saurip Kadi. Jakarta, Yayasan Obor Indonesia.[rul.viii’09, manajemen, asrulhoesein, Ketua Umum PPPI (Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia) Sultra. email:hasrulhoesein@yahoo.co.id ]
"Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sampai kaum itu sendiri yang merubah diri-diri mereka sendiri"(QS Al-Ra'd: 11)
Narasumber Sampah
Untuk permintaan sebagai narasumber atau pelatihan pengelolaan sampah, silakan menghubungi email: hasrulhoesein@gmail.comatau WA: 081287783331 atau Mobile: 08119772131
Asrul Member ASEAN Blogger Community
“Kalau usiamu tak mampu menyamai usia dunia, maka menulislah. Menulis memperpanjang ada-mu di dunia dan amal-mu di akhirat kelak.” ― Helvy Tiana Rosa
Blog Ini Pemenang 10 Besar SeoKontes Indonesia 2013
Untuk Perguruan Tinggi atau Mahasiswa KKN Perkotaan (semua jurusan) yang Ingin Shar tentang Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomis atau Olah Kreatif Berbasis Komunal, Silakan titip pesan di Blog ini atau Kontak by media yang telah disiapkan pula pada Blog ini, sebelumnya Anda bisa Lihat Video Kelola Sampah di bagian bawah situs ini bertanda Video...Salam Sukses.
Agama adalah Perilaku,dalam kerangka perilaku itu, manusia adalah Khalifah, wakil Allah di bumi.
Maka setiap manusia adalah pemimpin..Ketika Allah menciptakan manusia sebagai khalifah maka infrastruktur yang paling lengkap telah disiapkan dalam diri manusia, tinggal mengeksploitasinya.
MARI LESTARIKAN ALAM..BERSAHABAT DENGAN ALAM...BUMI ADALAH SAUDARA KEMBAR MANUSIA...
Terapkan Manajemen Organik dalam Kehidupan (Back to Natural)
Proposal dan Strategi Bisnis Juga ada disini,
silakan DownLoad (Gratissss)
Baca dan Download disini...... Gratisss
Pengelolaan Sampah [bernilai ekonomis dan berbasis komunal] by Teknologi GreenPhoskko PT. CVSK, Bandung dan Aktivitas Posko Hijau........!!!!!
68. MoU MENLH-MENDIKNAS Tentang Pendidikan Lingkungan Hidup
dst. .............................................
Informasi Pupuk dan Pemupukan serta Inisiasi Teknologi GreenPhoskko Pengolahan Sampah bernilai ekonomis, silakan kontak kami (Posko Hijau) di SINI. Ikuti terus Informasi Tata Kelola Sampah dan Program Clean and Green Plus berikutnya, untuk berlangganan "GRATIS" Postingan weblog ini silakan masukkan email Anda di Kolom Berlangganan...Tq N Salam Hijau Indonesia....!!!!
Ikuti terus Postingan Entrepreneurship dan Ide Bisnis" Berikutnya, atau untuk berlangganan "GRATIS" Postingan weblog ini silakan masukkan email Anda di bagian bawa space ini.......Salam Hijau Indonesia
Green Sponsored>
Kepada Masyarakat Indonesia dan Media [Pers] Agar Mendukung KPK dan Hukum Mati serta Pemiskinan pada Koruptor, Bila Anda SETUJU Klik SAVE diatas Lalu "LIKE SAVE KPK "Petisi to Presiden"