Bagi manusia Bugis, menegakkan
hukum terhadap suatu pelanggaran merupakan kewajiban. Dalam konsep Siri' (malu,
harga diri) terungkap bahwa manusia Bugis yang berbuat semaunya dan tidak lagi
mempedulikan aturan-aturan adat (etika panngadereng atau peradaban) dianggap
sebagai manusia yang tidak mempunyai harga diri. Siri' atau harga diri
merupakan landasan bagi "pemimpin" untuk senantiasa menegakkan hukum
tanpa pilih kasih. Pemimpin yang tidak mampu menegakkan hukum dianggap pemimpin
lembek atau banci. Seseorang yang tidak mempunyai Siri' diumpamakan sebagai
bangkai yang berjalan.




























